Kolam Ikan

Mereka Butuh Hidup.

Pandangan dari atas

jaga agar tetap jernih.

Suasana segar depan kantor T U

Jangan lupa disiram ya.

Sarana bermain

Lapangan olahraga belakang.

Bibit tanaman

Disinilah awal dimulainya pembibitan tanaman.

Kamis, Mei 19, 2011

Hari Kebangkitan Nasional 2011




Sejarah Singkat Boedi Oetomo

Bangsa Indonesia, yang dijajah oleh Belanda, hidup dalam penderitaan dan kebodohan selama ratusan tahun. Bahkan tingkat kecerdasan rakyat, sangat rendah. Hal ini adalah pengaruh sistem kolonialisme yang berusaha untuk “membodohi” dan “membodohkan” bangsa jajahannya.

STOVIA cikal bakal berdirinya Boedi Oetomo kini diabadikan
menjadi Museum Kebangkitan Nasional. (Filmon L. Warouw/Depkominfo)
Politik ini jelas terlihat pada gambaran berikut:
1. Pengajaran sangat kurang, bahkan setelah menjajah selama 250 tahun tepatnya pada 1850 Belanda mulai memberikan anggaran untuk anak-anak Indonesia, itupun sangat kecil.
2. Pendidikan yang disediakan tidak banyak, bahkan pengajaran tersebut hanya ditujukan untuk menciptakan tenaga yang bisa baca tulis dan untuk keperluan perusahaan saja.
Keadaan yang sangat buruk ini membuat dr. Wahidin Soedirohoesodo yang mula-mula berjuang melalui surat kabar Retnodhumilah, menyerukan pada golongan priyayi Bumiputera untuk membentuk dana pendidikan. Namun usaha tersebut belum membuahkan hasil, sehingga dr. Wahidin Soedirohoesodo harus terjung ke lapangan dengan berceramah langsung.

Lorong kelas di STOVIA tempat dr. Soetomo dan kawan-kawan
menuntut ilmu. (Filmon L. Warouw/Depkominfo)

Berdirinya Boedi Oetomo
Dengan R. Soetomo sebagai motor, timbul niat di kalangan pelajar STOVIA di Jakarta untuk mendirikan perhimpunan di kalangan para pelajar guna menambah pesatnya usaha mengejar ketertinggalan bangsa.

Langkah pertama yang dilakukan Soetomo dan beberapa temannya ialah mengirimkan surat-surat untuk mencari hubungan dengan murid-murid di kota-kota lain di luar Jakarta, misalnya: Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Magelang.

Pada hari Sabtu tanggal 20 Mei 1908 pukul 9 pagi, Soetomo dan kawan-kawannya: M. Soeradji, M. Muhammad saleh, M. Soewarno, M. Goenawan, Soewarno, R.M. Goembrek, dan R. Angka berkumpul dalam ruang kuliah anatomi. Setelah segala sesuatunya dibicarakan masak-masak, mereka sepakat memilih “Boedi Oetomo” menjadi nama perkumpulan yang baru saja mereka resmikan berdirinya.

Ruang Anatomi tempat pertemuan dr. Soetomo dkk membahas

pendirian Boedi Oetomo. Kini ruangan ini dinamakan Ruang Memorial

dr. Soetomo. (Filmon L. Warouw/Depkominfo)

“Boedi” artinya perangai atau tabiat sedangkan “Oetomo” berarti baik atau luhur. Boedi Oetomo yang dimaksud oleh pendirinya adalah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, kemahirannya.

Kongres Pertama Boedi Oetomo (3 Oktober – 5 Oktober 1908)

Kongres ini diadakan di Kweekschool atau Sekolah Guru Atas Yogyakarta (Sekarang SMA 11 Yogyakarta) dengan pembicara:

1. R. Soetomo (STOVIA Weltevreden)
2. R. Saroso (Kweekschool Yogyakarta)
3. R. Kamargo (Hoofd der School Magelang)
4. Dr. MM. Mangoenhoesodo (Surakarta)
5. M. Goenawan Mangoenkoesoemo

Setelah berlangsung selama tiga hari, kongres yang dipimpin oleh dr. Wahidin Soedirohoesodo mengesahkan Anggaran Dasar Boedi Oetomo yang pada pokoknya menetapkan tujuan perhimpunan sebagai berikut:

Kemajuan yang selaras (harmonis) buat negara dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, kebudayaan (kesenian dan ilmu pengetahuan).

Beberapa prestasi yang diraih oleh Boedi Oetomo diantaranya: penerbitan majalah “Guru Desa”, perubahan pelajaraan Bahasa Belanda di Sekolah Dasar yang semula hanya diajarkan di kelas tiga ke atas berubah menjadi mulai kelas satu, serta mendirikan surat kabar resmi Boedi Oetomo berbahasa Belanda, Melayu, dan Jawa.

Boedi Oetomo telah memberikan teladan dengan berdiri di barisan terdepan membawa panji-panji kesadaran, menggugah semangat persatuan, adalah suatu kenyataan yang tidak boleh dikesampingkan.

sumber:http://dindikkabmadiun.com/

Rabu, Mei 04, 2011

Penyuluhan HIV Mancaksa

Kedatangan tamu dari SMPN 6 Malang suatu kebanggaan dari bumi mancaksa. tidak se3lesai dari situ saja bumi mancaksa kedatangan tamu dari SMPN 6 Malang bukan sekedar kedatangan belaka, maksud kedatangan kawan SMPN 6 Malang
adalah untuk penyuluhan Duta dari SMPN 16 Malang terhadap program yang telah disusun dalam program PT. Univeler Bersama Spektra dalam menggalang penyebaran potensi HIV / AIDS yang telah menyebar ke beberapa daerah yang berada di Indonesia ini.

Jumat, April 22, 2011

Peringatan Hari Kartini 2011

Peringatan Hari Kartini 21 April 2011 diperingati dengan upacara bendera, yang di ikuti oleh seluruh warga Mancaksa. Seluruh petugas adalah siswa putri termasuk pembina upacara. Bertugas sebagai pembina upacara adalah Ibu Syamsiah. Dalam amanatnya kesetaraan gender merefleksikan kembali apa yang telah dilakukan Kartini pada jamannya yang memperjuangkan emansipasi wanita. Acara dilanjutkan dengan lomba.

Jenis lomba adalah :
1. Paduan Suara
2. Puisi
3. Peragaan Busana
4. Mengarang cerita

5. grafity
hasil Lomba Sementara yang bisa dilaporkan adalah :

A. Peragaan Busana
Juara I , Zahka Azahrina, 8 A
Juara II, Diah Zarfa , 8 G
Juara III, Ayu Sifa, 7 G


B. Baca Puisi

Juara I, Risma I, 7 C
Juara II, Nur Arizatul, 7 E
Juara III, Hikma MJ, 8 D



Kamis, Maret 24, 2011

Mawas Diri dan MENTAL

Sekolah kita memiliki strategi untuk memajukan sekolah kita tercinta, banyak cara yang dilakukan baik mengenai intra sekolah maupun ekstra. Contoh tentang kebersihan lingkungan sekolah, semua terlibat dalam kebersihan lingkungan sekolah...

Kemudian untuk mengangkat mancaksa maka strategi sekolah adalah dengan membentuk kelas UNGGULAN dan kelas BILINGUAL.
1. Untuk Kelas UNGGULAN.
Layaknya HARUS menjadi UNGGUL, tetapi itu tidak terlaksana dengan sempurna, masih banyak hambatan, kalau kita tulis beberapa hambatan itu antara lain;
a. Tidak semua anak yang ada di kelas UNGGULAN adalah anak yang UNGGUL, contohnya masih ada anak kelas tersebut yang TIDAK LULUS Tryout, ini tidak logis kan?
b. Saat melakukan UJIAN SEKOLAH, ada anak UNGGULAN yang masih tanya sana tanya sini.
c. Masih tidak mau melaksanakan PIKET kelas
d. Tidak MALU lagi BERPACARAN setiap hari di sekolah apalagi di luar sekolah.

Jadi menurut penulis, seharusnya pihak terkait PEMBENTUK kelas UNGGULAN melakukan seleksi secara ketat, kira kira usulan saya bentuk seleksinya adalah :
a. Dilakukan TES tertulis, ambil saja 120 siswa
b. Saat seleksi ruangan hanya diisi 20 siswa peserta tes
c. Lihat juga latar belakang siswa, terutama anak yang pernah tersandung MASALAH, untuk yang satu ini jangan di ikutkan sebagai peserta seleksi.
d. Kita punya BK, yang tugasnya sangat BERHUBUNGAN dengan kepribadian siswa, gunakan fungsi BK.
e. Kita punya TATIB, yang memiliki data siapa saja siswa yang pernah bermasalah negatif.
Kesimpulan penulis adalah; NILAI RAPORT saja TIDAK JAMINAN bila anak tersebut dianggap PANDAI, kita tidak tahu, apakah BENAR nilai-nilai tersebut HASIL pikirannya sendiri, apakah tidak dari HASIL NYONTEK atau TURUNAN saat ulangan.
JADI kelas UNGGULAN idealnya adalah kelas yang DIHUNI oleh para siswa yang bisa segalanya, bisa jadi TELADAN bagi semua KELAS.

Untuk kelas BILINGUAL.
a. Harus di evaluasi, masak kelas biling yang seharusnya menggunakan bahasa INGGRIS dalam proses KBM, ternyata tidak JALAN. Memang tidak semua guru lancar dalam berbahas INGGRIS, tetapi paling tidak dalam membuka dan menutup pelajaran.
b.Untuk siswanya tidak pernah penulis melihat, apalagi MENDENGAR ada antar siswa kelas tersebut yang berkomunikasi menggunakan bahasa INGGRIS.
c. Harus melibatkan guru bahasa INGGRIS dalam penseleksian calon siswa, tidak diserahkan begitu saja ke orang LUAR, dalam hal ini CT2.
Kesimpulan mana bisa maju sekolah kita bila seperti itu, mudah-mudahan dengan tulisan yang singkat ini bapak ibu terkait yang membaca TULISAN ini bisa mengambil langkah-langkah yang lebih baik LAGI.
if not able to run, do not be continued ..


Sabtu, Maret 19, 2011

Lomba Pramuka

Untuk melihat perkembangan hasil ekskul pramuka, maka adik adik Raden Intan turut serta pada lomba pramuka di Kwarcab Malang yang dihadiri pada Sabtu, 19 Maret 2011 kemarin dalam rangka Hari Tunas. Pada kegiatan ini peserta di lombakan Mulai kegiatan FBB ( Formasi Baris Berbaris ), PBB ( Baris Berbaris ), Lagu & Yel - Yel.

Walaupun raden intan Gudep 03415 tidak meraih kemenangan, tetapi beda dengan Gudep 03416 Raden Intan yang telah merebut Juara II dari semua total hasil Lomba.
Dengan ini Raden Intan akan terus mengevaluasi kekurangan tersebut.

===================================SALAM PRAMUKA=======================================

Jumat, Maret 18, 2011

Kebiasaan Jum'at Bersih

Kebiasaan Jum'at Bersih yang merupakan misi Sekolah sekang telah merupakan kebiasaan setip hari jum'at yang biasa dilakukan di hari jum'at di SMP Negeri 16 ini. Dan kebiasaan ini telah menjadi prioritas bagi semua warga sekolah ulai dari Guru , siswa hingga Karyawan. Kebiasaan hari jum'at itu berupa Senam Aerobik, Volly , dan juga bersih bersih di dalam lingkungan dalam kelas.

Ada pun kegiatan yang dilakukan siswa - siswi SMPN 16 ini merupakan hal yang biasa dan tertib untuk pelaksanaannya tidak ada lagi kelalalaian dalam membuang sampah sembarangan. Di SMPN 16 ini sudah di sediakan sarana kkebersihan yang dianggap mewadahi, antara lain ; mulai dari tempat sampah yang ada di kelas, di depan kelas, dan Bak Sampah besar untuk pengumpulan sampah terahir. Dengan berjalannya program ini diharapkan lingkungan sekolah ini bisa lebih bersih dan nyaman untuk di tempati.