Kolam Ikan
Mereka Butuh Hidup.
Pandangan dari atas
jaga agar tetap jernih.
Suasana segar depan kantor T U
Jangan lupa disiram ya.
Sarana bermain
Lapangan olahraga belakang.
Bibit tanaman
Disinilah awal dimulainya pembibitan tanaman.
Sabtu, Juli 30, 2011
Selasa, Juli 26, 2011
Pelantikan dan Sertijab OSIS lama ke OSIS baru 2011-2012
Serah terima jabatan pengurus OSIS periode tahun 2010-2011 kepada pengurus OSIS 2011-2012, serta pelantikan pengurus OSIS baru periode tahun 2011-2012
Acara dilaksanakan pada hari senin tanggal 25 juli 2011 di lapangan basket SMPN 16 Malang
Susunan Pengurus Sbb:
I. Ketua : Risma Debby Anindyanti (8A)
II. Wakil Ketua I : M. Iqbal Firmansyah (8A)
Wakil Ketua II : Nadiya Ayu Astarini (8A)
III. Sekretaris Umum : Mahlia Zelika (8C)
Sekretaris I : Mustihayyah (8B)
Sekretaris II : Agung Ginanjar (8H)
IV. Bendahara : Dina Ananda (8B)
Wakil Bendahara : Muhammad Ramadani (8B)
V. SEKSI-SEKSI :
SEKSI 1 : Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang : Putri Ayu (8G)
Maha Esa
SEKSI 2 : Kehidupan Berbangsa dan : Fikri Haikal (8H)
Bernegara
SEKSI 3 : Pendidikan Pendahuluan : Yosephine Ivana (8A)
Bela Negara
SEKSI 4 : Kepribadian dan Budi Pekerti : Tania Wahyuvi (8D)
Luhur
SEKSI 5 : Organisasi Pendidikan Politik : Nur Azizatul (8B)
dan Kepemimpinan
SEKSI 6 : Keterampilan dan Kewiraswastaan : Nur Arifiana (8B)
SEKSI 7 : Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi : Lukmannul Arif (8D)
SEKSI 8 : Persepsi, Apresiasi dan Kreasi Seni : Ghita Setiaji (8A)
Acara dilaksanakan pada hari senin tanggal 25 juli 2011 di lapangan basket SMPN 16 Malang
Susunan Pengurus Sbb:
I. Ketua : Risma Debby Anindyanti (8A)
II. Wakil Ketua I : M. Iqbal Firmansyah (8A)
Wakil Ketua II : Nadiya Ayu Astarini (8A)
III. Sekretaris Umum : Mahlia Zelika (8C)
Sekretaris I : Mustihayyah (8B)
Sekretaris II : Agung Ginanjar (8H)
IV. Bendahara : Dina Ananda (8B)
Wakil Bendahara : Muhammad Ramadani (8B)
V. SEKSI-SEKSI :
SEKSI 1 : Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang : Putri Ayu (8G)
Maha Esa
SEKSI 2 : Kehidupan Berbangsa dan : Fikri Haikal (8H)
Bernegara
SEKSI 3 : Pendidikan Pendahuluan : Yosephine Ivana (8A)
Bela Negara
SEKSI 4 : Kepribadian dan Budi Pekerti : Tania Wahyuvi (8D)
Luhur
SEKSI 5 : Organisasi Pendidikan Politik : Nur Azizatul (8B)
dan Kepemimpinan
SEKSI 6 : Keterampilan dan Kewiraswastaan : Nur Arifiana (8B)
SEKSI 7 : Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi : Lukmannul Arif (8D)
SEKSI 8 : Persepsi, Apresiasi dan Kreasi Seni : Ghita Setiaji (8A)
Minggu, Juli 10, 2011
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa OSIS merupakan satu-satunya organisasi siswa yang sah di sekolah ini, dan sebagai wadah siswa untuk belajar ber organisasi, serta untuk menampung seluruh aspirasi atau kegiatan kita semua.
Sebagai kelanjutan kepengurusan dan alih generasi, maka pada hari senin tanggal 09 Agustus dilaksanakan upacara Pelantikan serta serah terima jabatan pengurus periode tahun 2010-2011
Ketua : Indah Dwi Maha Shinta
Wakil Ketua : Pungky Priyo Prakoso
Sekretaris : Zhema Septika Paramitha
Bendahara : Wahyu Nilasari
Seksi-Seksi :> Seksi 1 > Putri Ayu
> Mustihaya
:> Seksi 2 > Rahayu T. L.
> Nadia
:> Seksi 3 > Ahmad Rizky S.
> Yoshepine Ivana T.
:> Seksi 4 > Surya Indra N.
> Risma Debby A.
:> Seksi 5 > Dicky Narendra
> Galih Primananda
:> Seksi 6 > Okta Rizkiana
> Tania Wahyuvi
:> Seksi 7 > M. Arif
> Lukmanul Arif
:> Seksi 8 > Devi Ayu F. A.
> Dina Ananda Harfiah
> Zulia Indasari
Sabtu, Juli 09, 2011
Kamis, Mei 19, 2011
Hari Kebangkitan Nasional 2011

Sejarah Singkat Boedi Oetomo
Bangsa Indonesia, yang dijajah oleh Belanda, hidup dalam penderitaan dan kebodohan selama ratusan tahun. Bahkan tingkat kecerdasan rakyat, sangat rendah. Hal ini adalah pengaruh sistem kolonialisme yang berusaha untuk “membodohi” dan “membodohkan” bangsa jajahannya.

STOVIA cikal bakal berdirinya Boedi Oetomo kini diabadikan
menjadi Museum Kebangkitan Nasional. (Filmon L. Warouw/Depkominfo)
Politik ini jelas terlihat pada gambaran berikut:
1. Pengajaran sangat kurang, bahkan setelah menjajah selama 250 tahun tepatnya pada 1850 Belanda mulai memberikan anggaran untuk anak-anak Indonesia, itupun sangat kecil.
2. Pendidikan yang disediakan tidak banyak, bahkan pengajaran tersebut hanya ditujukan untuk menciptakan tenaga yang bisa baca tulis dan untuk keperluan perusahaan saja.
Keadaan yang sangat buruk ini membuat dr. Wahidin Soedirohoesodo yang mula-mula berjuang melalui surat kabar Retnodhumilah, menyerukan pada golongan priyayi Bumiputera untuk membentuk dana pendidikan. Namun usaha tersebut belum membuahkan hasil, sehingga dr. Wahidin Soedirohoesodo harus terjung ke lapangan dengan berceramah langsung.

Lorong kelas di STOVIA tempat dr. Soetomo dan kawan-kawan
menuntut ilmu. (Filmon L. Warouw/Depkominfo)
Berdirinya Boedi Oetomo
Dengan R. Soetomo sebagai motor, timbul niat di kalangan pelajar STOVIA di Jakarta untuk mendirikan perhimpunan di kalangan para pelajar guna menambah pesatnya usaha mengejar ketertinggalan bangsa.
Langkah pertama yang dilakukan Soetomo dan beberapa temannya ialah mengirimkan surat-surat untuk mencari hubungan dengan murid-murid di kota-kota lain di luar Jakarta, misalnya: Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Magelang.
Pada hari Sabtu tanggal 20 Mei 1908 pukul 9 pagi, Soetomo dan kawan-kawannya: M. Soeradji, M. Muhammad saleh, M. Soewarno, M. Goenawan, Soewarno, R.M. Goembrek, dan R. Angka berkumpul dalam ruang kuliah anatomi. Setelah segala sesuatunya dibicarakan masak-masak, mereka sepakat memilih “Boedi Oetomo” menjadi nama perkumpulan yang baru saja mereka resmikan berdirinya.

Ruang Anatomi tempat pertemuan dr. Soetomo dkk membahas
pendirian Boedi Oetomo. Kini ruangan ini dinamakan Ruang Memorial
dr. Soetomo. (Filmon L. Warouw/Depkominfo)
“Boedi” artinya perangai atau tabiat sedangkan “Oetomo” berarti baik atau luhur. Boedi Oetomo yang dimaksud oleh pendirinya adalah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, kemahirannya.
Kongres Pertama Boedi Oetomo (3 Oktober – 5 Oktober 1908)
Kongres ini diadakan di Kweekschool atau Sekolah Guru Atas Yogyakarta (Sekarang SMA 11 Yogyakarta) dengan pembicara:
1. R. Soetomo (STOVIA Weltevreden)
2. R. Saroso (Kweekschool Yogyakarta)
3. R. Kamargo (Hoofd der School Magelang)
4. Dr. MM. Mangoenhoesodo (Surakarta)
5. M. Goenawan Mangoenkoesoemo
Setelah berlangsung selama tiga hari, kongres yang dipimpin oleh dr. Wahidin Soedirohoesodo mengesahkan Anggaran Dasar Boedi Oetomo yang pada pokoknya menetapkan tujuan perhimpunan sebagai berikut:
Kemajuan yang selaras (harmonis) buat negara dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, kebudayaan (kesenian dan ilmu pengetahuan).
Beberapa prestasi yang diraih oleh Boedi Oetomo diantaranya: penerbitan majalah “Guru Desa”, perubahan pelajaraan Bahasa Belanda di Sekolah Dasar yang semula hanya diajarkan di kelas tiga ke atas berubah menjadi mulai kelas satu, serta mendirikan surat kabar resmi Boedi Oetomo berbahasa Belanda, Melayu, dan Jawa.
Boedi Oetomo telah memberikan teladan dengan berdiri di barisan terdepan membawa panji-panji kesadaran, menggugah semangat persatuan, adalah suatu kenyataan yang tidak boleh dikesampingkan.
sumber:http://dindikkabmadiun.com/
Rabu, Mei 04, 2011
Penyuluhan HIV Mancaksa
Kedatangan tamu dari SMPN 6 Malang suatu kebanggaan dari bumi mancaksa. tidak se3lesai dari situ saja bumi mancaksa kedatangan tamu dari SMPN 6 Malang bukan sekedar kedatangan belaka, maksud kedatangan kawan SMPN 6 Malang
adalah untuk penyuluhan Duta dari SMPN 16 Malang terhadap program yang telah disusun dalam program PT. Univeler Bersama Spektra dalam menggalang penyebaran potensi HIV / AIDS yang telah menyebar ke beberapa daerah yang berada di Indonesia ini.
adalah untuk penyuluhan Duta dari SMPN 16 Malang terhadap program yang telah disusun dalam program PT. Univeler Bersama Spektra dalam menggalang penyebaran potensi HIV / AIDS yang telah menyebar ke beberapa daerah yang berada di Indonesia ini.
Langganan:
Postingan (Atom)





